Jumat, 20 Mei 2011

Potensi diri


Pernahkan anda mengalami keadaan dimana disuatu titik, anda benar-benar penat dalam menghadapi berbagai macam persoalan hidup, hingga tidak mampu berpikir lagi. Dan pada keadaan seperti itu, datang masalah baru yang menghampiri tanpa mau melihat sikon anda pada saat itu.
Saya pernah mengalaminya. Dan bagaimana kira-kira reaksi yang saya berikan saat itu? Dapatkah anda menerkanya? Yap.., benar! MELEDAK! Dhuar...!! Pecah.., hancur berkeping keping, berceceranlah serpihan serpihan hati yang sebenarnya tidak perlu terjadi.

Amarah


Suatu ketika seorang sahabat saya curhat kepada saya mengenai masalah yang tengah dihadapinya. Diceritakan kepada saya betapa masygulnya dia ketika mengetahui uangnya yang telah dipinjamkan kepada salah seorang rekan bisnisnya mengalami kemacetan alias tidak bisa tertagih. Padahal uang tersebut bukan murni uang dia sendiri, melainkan ada sebagian yang merupakan tabungan keluarga. keluarga dalam hal ini yaitu istrinya sendiri. Tentu saja begitu mengetahui nasib uangnya tidak bisa kembali, sang istri marah besar. Sejatinya uang tabungan tersebut direncanakan untuk biaya pendidikan anak anak mereka. Dan yang membuat sahabat saya itu tambah jengkel tidak karuan adalah dia mencurigai adanya kecurangan yang dilakukan oleh rekan bisnisnya itu. Istilahnya dalam bahasa jawa mungkin tepat untuk menggambarkan keadaannya saat itu; “wis ditulung, menthung”, yang artinya kira kira : “sudah ditolong, malah mukul”.