Jumat, 20 Mei 2011

Amarah


Suatu ketika seorang sahabat saya curhat kepada saya mengenai masalah yang tengah dihadapinya. Diceritakan kepada saya betapa masygulnya dia ketika mengetahui uangnya yang telah dipinjamkan kepada salah seorang rekan bisnisnya mengalami kemacetan alias tidak bisa tertagih. Padahal uang tersebut bukan murni uang dia sendiri, melainkan ada sebagian yang merupakan tabungan keluarga. keluarga dalam hal ini yaitu istrinya sendiri. Tentu saja begitu mengetahui nasib uangnya tidak bisa kembali, sang istri marah besar. Sejatinya uang tabungan tersebut direncanakan untuk biaya pendidikan anak anak mereka. Dan yang membuat sahabat saya itu tambah jengkel tidak karuan adalah dia mencurigai adanya kecurangan yang dilakukan oleh rekan bisnisnya itu. Istilahnya dalam bahasa jawa mungkin tepat untuk menggambarkan keadaannya saat itu; “wis ditulung, menthung”, yang artinya kira kira : “sudah ditolong, malah mukul”.

Kamis, 19 Mei 2011

Orang Miskin


Berbahagialah orang-orang yang miskin. Loh kok bisa? Dan saya setengah yakin bahwa anda yang membaca tulisan saya ini tidak tergolong orang-orang miskin. Betul kan? Lalu tulisan ini mau ditujukan kepada siapa? Jawabannya, ya orang-orang yang miskinlah.
Berikut bukti-bukti yang menguatkan dalih saya hingga menulis tema ini ;

Rabu, 11 Agustus 2010

Skenario Terindah


Allah Maha Besar
Allah Maha Esa
Allah Maha Kuasa
Allah Maha Pengasih lagi Penyayang
Allah Maha segalanya
Maha Sempurna Dia dengan dzatNya yang tercermin di Asmaul HusnaNya.
Maha Sempurna Dia dengan segala karyaNya

Kamis, 29 April 2010

KONSEKUEN


Pernahkah ada pertanyaan pada diri anda, kenapa Allah mewajibkan kita kaum muslim untuk melakukan ibadah sholat wajib sebanyak lima kali sehari semalam? Saya yakin sebagian dari pada kita pernah bertanya-tanya baik dalam hati maupun kepada orang lain berupa diskusi atau nasihat dan tausiah. Jawabannya tentu beragam. Ada yang berpendapatkan atau menafsirkan, bahwa dengan melakukan sholat lima waktu sehari semalam, kita berusaha untuk selalu mohon ampun atas segala perbuatan kita yang melanggar ketetapanNya selama selang waktu antara sholat satu ke sholat berikutnya.

Selasa, 26 Januari 2010

TOLOK UKUR

Akhir-kahir ini kita sering mendengar di media masa tentang perdebatan mengenai perlu tidaknya UNAS. Tentunya ada ada kubu yang mempunyai pandangan yang berbeda; yang pro dan yang kontra. Yang pro, dari pihak pemerintah dalam hal ini dinakodahi oleh Depdiknas berpendapat, bahwa UNAS dperlukan sebagai tolok ukur keberhasilan satu sekolah dalam menerima dan menjalankan program yang telah digariskan oleh pusat.

Rabu, 13 Januari 2010

Pengki Tambunan


“Hei ndut.., tumben sore-sore? Dari mana barusan?”, cerocosku ketika tiba-tiba melihat sosok tambun yang tanpa suara langsung masuk ke dalam kamarku dan dengan indahnya merebahkan badannya tanpa sudi melepas sandalnya yang sudah kurang bagus itu.
“Wooooiii.., sandalmu prĂȘt! Kayak yang kebagusan aja”, umpatku sambil menendang kakinya, hingga sandal butut itupun lepas.
“Walah.., birokratis amat! Spreimu kotor, ya tinggal cuci, gitu aja kok repot! Kalau gak mau repot, ya gak usah pake kasur sekalian, nanti spreimu kotor, bantalmu bau kena keringetmu. Lantaimu juga kotor, badanmu juga percuma dimandiin, paling-paling bentar lagi sudah bau lagi”. Bener-bener kampret nih anak, bathinku. Aku ngomong sedikit.., eh dibalas sebukit sama si gendut tak beraturan ini. Penganut faham Gus Durisme juga nampaknya, easy going.

Senin, 11 Januari 2010

mampir minum



Judul diatas diambil dari pepatah jawa yang sangat populer, yaitu : "Urip mung mampir ngombe". Artinya; hidup cuma sekedar mampir untuk minum.
Busyet..., sesederhana itukah? terus apa tidak lebih tepat jika ditambahi dan sedikit makan, sekolah, kawin, bekerja, etc..etc.
He..he..he.., just kiding. Mungkin para ahli spiritual suku jawa dahulu ingin memberi pesan kepada kita semua, bahwa hidup ini hanyalah sementara dan singkat saja.