Tampilkan postingan dengan label Seriously. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Seriously. Tampilkan semua postingan
Senin, 15 Juni 2020
Berdagang dengan Allah
Semenjak kecil seringkali saya mendapat nasihat atau saran agar melakukan
ibadah2 tambahan atau ibadah sunah untuk mendapatkan kebahagiaan di dunia maupun
di akhirat kelak. Atau bisa juga ibadah2 tambahan tersebut adalah semacam upaya
kita agar segala hajat yang sedang kita upayakan atau harapkan dapat terwujud.
Rabu, 12 Oktober 2011
Dan Demi Waktu
Salah satu dari sekian banyak tanda-tanda akan datangnya kiamat (besar) adalah waktu seperti di gulung. Begitu cepatnya waktu berputar, bergulir. Menggilas dengan mantabsnya umur yang masih melekat pada kita yang masing-masing, dan kita nampak seperti berusaha menghindari. Namun yang pasti, nanti pada akhirnya akan terkejar juga dan…: FINISH .
Selasa, 26 Januari 2010
TOLOK UKUR
Akhir-kahir ini kita sering mendengar di media masa tentang perdebatan mengenai perlu tidaknya UNAS. Tentunya ada ada kubu yang mempunyai pandangan yang berbeda; yang pro dan yang kontra. Yang pro, dari pihak pemerintah dalam hal ini dinakodahi oleh Depdiknas berpendapat, bahwa UNAS dperlukan sebagai tolok ukur keberhasilan satu sekolah dalam menerima dan menjalankan program yang telah digariskan oleh pusat.Senin, 11 Januari 2010
mampir minum
Busyet..., sesederhana itukah? terus apa tidak lebih tepat jika ditambahi dan sedikit makan, sekolah, kawin, bekerja, etc..etc.
He..he..he.., just kiding. Mungkin para ahli spiritual suku jawa dahulu ingin memberi pesan kepada kita semua, bahwa hidup ini hanyalah sementara dan singkat saja.
Jumat, 08 Januari 2010
Mbuleti
Suatu hari pernah seorang kerabat bertanya atau lebih tepatnya memberi tebakan kepada saya. Itu bukanlah pertanyaan, sebab dia sendiri sudah mengetahui jawabannya. Juga bukan pertanyaan oratoris. Ujarnya, "apa beda orang bodoh dan orang berilmu?".
Pertanyaan yang susah-susah gampang, atau gampang-gampang susah. Tau ah.....
Selasa, 29 Desember 2009
Panggung Sandiwara

Dunia ini panggung sandiwara, ceritanya mudah berubah.
Ada peran wajar, dan ada peran berpura-pura.
Mengapa kita bersandiwara?
Sandiwara? Berarti hanya pura-pura belaka? Dan tentunya ada sang Sutradara yang mengatur peran-laku masing-masing aktor/aktris. Dan peran yang dimainkan baik sebagai protagonis maupun antagonis bukanlah masalah tentunya. Bukankah peran tersebut adalah penunjukan dari sang sutradara? Dan selesai pementasan, masing-masing dapat reward berupa honorarium.
Langganan:
Postingan (Atom)


